TANAMAN HIAS PENYERAP RACUN/POLUTAN (INDOOR/OUTDOOR)

Apakah menurut anda Polusi / Racun Udara hanya ada di luar ruangan (jalanan, pabrik, dan ruang terbuka lainnya) ? Jawabnya adalah tidak. Racun Udara / Polutan ternyata juga banyak terdapat di dalam ruangan di sekitar kita tanpa kita sadari. Sumber-sumber polutan dalam ruangan diantaranya berasal dari AC, cat tembok, Plafon/ dinding yang terbuat dari bahan Gypsum, Lem, karpet, Tissue, Mesin Printer, asap Rokok, serta asap kendaraan bermotor ketika anda menyalakan mobil atau motor di garasi atau didepan rumah. Bahkan, satu jam anda berada didapur yang sedang digunakan untuk memasak adalah sama dengan perokok aktif yang menghisap 6 batang rokok.

Pusing, sakit kepala, mata cepat letih, bersin-bersin serta badan mudah lelah adalah gejala yang sering dirasakan oleh orang-orang yang seharian bekerja didalam gedung perkantoran, pabrik dan apartemen, dimana mereka selalu bekerja dan tinggal dalam ruangan tertutup serta ber-AC selama kurang lebih  8 jam dengan kualitas udara yang kurang baik, yang biasa di sebut sebagai Sick Building Syndrom.

Gas CO (Karbonmonoksida) yang berasal dari asap kendaraan dan dapur atau Nikotin yang dihasilkan oleh rokok  terhisap oleh manusia melalui proses pernafasan, lalu gas CO tersebut akan mengalir dalam darah. Jika dalam darah terdapat gas CO, maka Hemoglobin akan lebih banyak terikat oleh CO, karena daya ikat CO dengan Hemoglobin jauh lebih kuat daripada daya ikat Oksigen dengan Hemoglobin. Jika terdapat kadar CO yang berlebihan didalam darah, maka pada akhirnya kadar Oksigen dalam darah akan menurun drastis. Jika anggota tubuh kekurangan Oksigen, seperti Otak, maka akan menimbulkan gangguan susunan syaraf pusat, dan bila terjadi di seluruh anggota tubuh maka akan terjadi gangguan yang kompleks atau sering kita sebut Komplikasi.

Solusi untuk permasalahan tersebut adalah dengan memperbaiki kualitas udara, baik didalam maupun diluar ruangan. Cara yang paling Efisien dan Efektif adalah dengan meletakkan tanaman yang dapat mengurangi Gas Polutan di tiap sudut ruangan dan di halaman rumah / luar ruangan.

Tanaman penghisap racun ini akan memanfaatkan gas beracun untuk proses metabolisme dalam sel, lalu akan dikeluarkan kembali sebagai Oksigen. Saat tanaman bernafas akan menyerap polutan seperti Karbon Monoksida dan gas beracun lainnya. Polutan atau gas beracun yang telah diserap oleh stomata (Mulut daun) akan memasuki sistem metabolisme dalam tubuh tanaman. Polutan yang diserap kemudian dikirim ke akar, pada bagian ini mikroba melakukan proses detoksifikasi. Melalui proses ini, mikroba menghasilkan suatu zat yang diperlukan oleh tanaman. Dalam proses tersebut dihasilkan gas yang bermanfaat untuk manusia yaitu Oksigen. Proses ini berlangsung secara kontinyu selama tanaman masih hidup.

Kemampuan tanaman-tanaman penyerap racun ini sudah diteliti oleh NASA ( National Aeronautic and Space Administration )di stasiun luar angkasa Internasional. Beberapa Fakta yang ditemukan antara lain:

  1. Penelitian dilakukan dengan meletakkan 50 jenis tanaman hias, yang diantaranya adalah Sansevieria (Lidah Mertua), Philodendron, Spathiphyllum, Aglaonema, dll, dalam sebuah ruangan tertutup dan mengandung gas beracun, dan hasilnya adalah tanaman tersebut tetap bisa hidup dengan baik.
  2. Bagian tanaman yang menyerap racun adalah daun dan akar. Oleh kedua bagian ini, udara berpolutan diserap lalu kemudian dilepaskan lagi dalam bentuk udara bersih.
  3. Dalam waktu 24 jam, beberapa tanaman tertentu bahkan dapat mengurangi kadar zat beracun di udara hingga 87%.
  4. Untuk merasakan manfaat dari tanaman penghisap racun, setidaknya tempatkanlah satu pot tanaman untuk luas ruangan sekitar 3m x 3m.

Itulah fakta-fakta tanaman penyerap racun / Polutan, berikut ini adalah tanaman-tanaman penyerap racun yang kami rekomendasikan:

1. SANSEVIERIA (Lidah Mertua)

 

Anda pasti tahu tanaman yang di sebut Lidah Mertua (Sansevieria)?  Daun tumbuhan ini tebal dan banyak mengandung air (sukulen). Tanaman hias ini tidak memerlukan banyak sinar matahari, hingga dapat hidup dengan baik tanpa adanya sinar matahari bahkan mampu hidup didaerah yang tandur, kering hingga gersang ( indoor / outdoor ). Sansevieria bertindak seperti halnya air purifier, ia akan membersihkan udara, menyaring segala macam racun yang ada di udara sehingga udara di dalam ruangan akan terasa lebih segar. Jenis polutan yang dapat diserap oleh sansevieria antara lain formaldehyde, benzene, nikotin, karbonmonoksida dan dioksin.

Penelitian yang dilakukan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) telah menemukan bukti-bukti bahwa tanaman ini secara alami mampu memerangi Sick Building Syndrome, selain itu juga mampu menyerap lebih dari 107 unsur polutan berbahaya yang terdapat di udara sebab Sansevieria mengandung bahan aktif pregnane glikosid, yang berfungsi untuk mereduksi polutan menjadi asam organik, gula dan asam amino, dengan demikian unsur polutan tersebut jadi tidak berbahaya lagi bagi manusia. Sansevieria juga menjadi objek penelitian tanaman penyaring udara ( air purifier ) NASA untuk membersihkan udara di stasiun ruang angkasa.

Berdasarkan riset dari Wolfereton Environmental Service, kemampuan setiap helai daun Sansevieria bisa menyerap 0.938 mikrogram per jam formaldehyde. Bila disetarakan dengan ruangan berukuran 75 meter persegi cukup diletakkan 4 helai daun Sansevieria.

Riset lainnya (FAkultas MIPA , Unibraw Malang) mengatakan bahwa untuk ruangan dengan volume 100 m3 (panjang x lebar x tinggi = 5 x 5 x 4 m3) dapat ditempatkan Sansevieria dewasa sebanyak 5 helai sebagai penetralisir udara yang tercemar agar ruangan tersebut bebas polutan.

Cara perawatannya pun mudah, anda hanya perlu menyiramnya dan dikeluarkan dari ruangan agar terkena cahaya matahari 3 hari/maximal seminggu sekali kurang lebih selama 2-3 jam, lalu daun di seka menggunakan kapas yang dibasahi air agar debu yang menempel pada daun hilang, sehingga warna daun kembali cerah dan kinerja tanaman dalam menyerap polutan akan kembali optimal.

Luar Biasa kan? Selain udara dalam ruangan menjadi bersih bebas polutan, tanaman ini dapat menjadi penghias rumah /Apartemen/ Kantor anda. Untuk perawatan, tanaman ini harus dikeluarkan dari ruangan dan di jemur di sinar matahari pagi  setiap 3 atau 4 hari sekali atau max 1 minggu sekali.

2. Sirih Belanda ( Scindapsus aureus )

 

Anda pernah mendengar tanaman Sirih Belanda ( Scindapsus aureus )? Tanaman dengan ciri khas daun berbentuk hati dan tumbuh merambat. Tanaman Sirih Belanda termasuk tanaman yang tahan dengan segala kondisi cuaca. Tanaman ini efektif menyerap Racun / Polutan yang ada di udara seperti Formaldehida dan Benzena.

Karena tanaman ini cukup cepat menyerap asap rokok dan polutan lainnya, maka daunnya akan cepat jenuh dan menua jika udara terlalu kotor. Daun yang sudah jenuh dan menua tersebut sebaiknya segera dipangkas agar cepat digantikan dengan daun baru yang lebih hijau dan segar.

Sirih Belanda mampu meredam 53% dari total benzena sebesar 0,156 ppm per hari. Sanggup menekan 67% dari total formaldehid 18 ppm dan 75% dari total Karbon monoksida sebesar 113 ppm.

Tanaman yang Luar biasa bukan?. Selain bentuknya yang indah untuk menghiasi ruangan di rumah/Apartemen/Kantor, tanaman ini mampu membuat udara disekitarnya bebas polutan. Untuk perawatan, tanaman ini harus dikeluarkan dari ruangan dan di jemur di sinar matahari pagi  setiap 3 atau 4 hari sekali atau max 1 minggu sekali.

3. Sri Rejeki ( Aglaonema )

    

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Fakultas MIPA, Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia, pada ruangan dengan volume 100 m3 dapat di letakkan Sansevieria dewasa sebanyak 5 helai daun dan Aglaonema sebanyak 14 helai daun. Kombinasi keduanya dalam ruangan dapat menjadi penetralisir polusi udara serta penyejuk ruangan anda. Untuk perawatan, tanaman ini harus dikeluarkan dari ruangan dan di jemur di sinar matahari pagi  setiap 3 atau 4 hari sekali atau max 1 minggu sekali.

4. Spathiphyllum ( Peace Lily )

Tanaman ini merupakan tanaman dalam ruangan. Satu pot tanaman dewasa mampu menyerap racun dalam ruangan hingga seluas 10 m2. Efektif menghisap gas beracun jenis alkohol, aseton, trikloro dan formaldehida, sehingga tanaman ini sangat cocok diletakkan didekat meja kerja yang banyak diletakkan printer, Tip-ex dan sejenisnya. Satu pot Spathiphyllum dewasa dapat menyerap racun secara maksimal pada area berukuran sekitar 10 m3. Untuk perawatan, tanaman ini harus dikeluarkan dari ruangan dan di jemur di sinar matahari pagi  setiap 3 atau 4 hari sekali atau max 1 minggu sekali.

5. Hanjuang / Andong ( Dracaena Fragrans )

 

Tanaman outdoor berdaun Ungu, merah atau hijau ini memiliki kemampuan menyerap racun yang sangat tinggi. Diantaranya yang paling banyak ia serap adalah racun dari jenis formaldehid yang bersumber dari lem, cat tembok dan eternit plafon rumah. Untuk perawatan sangatlah mudah, cukup disiram setiap hari.

6. Philodendron

  

Efektif menghisap gas beracun formaldehid yang terdapat pada lem dan eternit plafon ruangan sehingga cocok di letakkan sebagai tanaman indoor. Philodendron mampu menyerap formaldehid 8.000 microgram per 24 jam. Untuk perawatan, tanaman ini harus dikeluarkan dari ruangan dan di jemur di sinar matahari pagi  setiap 3 atau 4 hari sekali atau max 1 minggu sekali.

7. Puring

 

Tanaman ini adalah tanaman luar ruangan yang juga memiliki kemampuan menyerap polutan disekitarnya dan menghasilkan oksigen. Selain itu, tanaman ini juga memiliki daun dengan warna warni yang indah sehingga dapat memanjakan mata siapa saja yang melihatnya.

Itulah beberapa tanaman penyerap gas beracun yang berfungsi sebagai penghias ruangan sekaligus sebagai pembersih udara didalam ataupun di luar ruangan anda. Sangat cocok diletakkan didalam rumah / apartemen / kantor maupun gedung lainnya.

Mari kita sehatkan lingkungan dan Bumi kita dimulai dari rumah dan tempat kerja kita!

Anda bisa membeli tanaman-tanaman diatas di Shelly Gallery!

 

Terima Kasih.

Salam